Hell’s Leadership Training

Hell’s Kitchen

have you ever watched Hell’s Kitchen?

the story idea was great.. the drama was intense, and the food seems delicious! but the most of all…, the lesson was AMAZING.

I’ve been liking Food and Beverages for a while now, and i always think that working in a kitchen, and making good foods, is really cool somehow.

Pertama kali kenal “kejamnya” dunia masak dari satu komik yang bernama BAMBINO!
menurut gw sih komik ini beda, ga kaya komik masak – masak yang hepi – hepi, buat masakan enak, terus berpetualang keliling negri, terus ngelawan monster (#apa sih)…. intinya komiknya down to earth banget.. si pengarang mengambil sisi humanisme dari seorang koki, dan dengan menarik mampu nyeritain kehidupan seorang koki itu kaya gimana sih, aslinya.

Bambino!

Kedua kali gw denger soal “kejamnya” dunia dapur itu pas wawancara chef Juna di tipi… gw lupa acaranya apa, tapi saat itu Masterchef masih masterchef 1.. jadi tahun lalu lah itungannya. Si Juna cerita kalo dia jadi juri seperti sekarang, karena saat dia belajar dulu, seniornya semuanya keras banget… jadilah dia ketempa jadi orang yang keras dan perfeksionis.. karena menurut dia, kerjaan jadi koki itu ga gampang.. ga seenak yang orang pikir.

Master Chef Indonesia

Terus liat aja si juna sekarang di master chef Indonesia 2, tambah gahar kan! hahaha XD mungkin gara-gara ga ada si Vindex yang  bisa lebih “tenang”…

okay, yang terakhir tentu aja gw tau dari acara Hell’s Kitchen. (buat yang ga tau ini acara TV apa, coba cari aja di youtube).

dan yang bisa gw liat dari acara ini adalah, si Chef Ramsay… sebagai Head Chef dan QC di Hell’s Kitchen, perangainya beneran kaya setan.. hahaha XD keras dan perfeksionis banget!! mati banget lah Chef – Chef di sana.. buat yang belum pernah nonton, coba nonton dhe.. gw pribadi sih suka sama si Ramsay.. dia bawel.. tapi dia TAU dia bawelnya di mana… dan yang lebih penting lagi, dia BENAR…
and what’s more, he’s not hesitant to praise the Chef if they’re really doing something good… kita tetep sering denger dia bilang “Who cooks the Fish? Perfectly cooked, WEll done!”

Menurut gw pribadi.. inilah cara pelatihan kepemimpinan yang paling benar. kita harus tegas dan kuat. dan benar-benar memegang prinsip soal apa yang  “benar” dan apa yang “salah”.

Mungkin memang kalo di dunia dapur sih mungkin apa yang benar dan apa yang salah kelihatan dengan jelas… ikan gosong? luar biasa! daging masih mentah? luar biasa! pasta ancur? LUAR BIASA…

Tapi kalo di dunia lain? dimana batas antara “benar” dan “salah” menjadi sangat kabur dan relatif, sesuai dengan pandangan masing – masing pribadi? gimana dong?

Menurut gw pribadi (lagi) sih… justru di situlah tantangannya. Tantangan nya adalah, apakah kita, sebagai Team pengajar, bisa tau dan membedakan dengan baik, mana yang “benar” dan mana yang “salah” ? dan setelahnya, kita mampu untuk mempertahankan mana yang menurut kita benar, dan mengkomunikasikannya agar “kebenaran” yang kita anut bisa diterima dan didukung orang banyak.

gampang? No way… Bisa? pasti bisa.

Setelah itu? PEGANG TEGUH kebenaran yang udah kalian yakini…  Enforce itu ke orang – orang terdekat  yang anda bawahi, atau mungkin orang – orang yang ingin anda latih dan anda bimbing. Tapi ingatlah sekali lagi… ini bukan pemaksaan kehendak atau “pembantaian” searah. tujuannya adalah untuk pengembangan pribadi yang lebih baik lagi.. karena yang “salah” adalah salah.. dan yang “benar” adalah benar. dan dasarilah dengan niat tulus untuk membantu dan memberikan lebih banyak lagi untuk orang lain.

Ada 1 quote yang gw suka sekali dari Chef Juna. saat itu dia lagi “marah” sama salah satu kontestan, dan kontestan nya nangis.

gw lupa dia ngomong apa, tapi kayanya kurang lebih begini :

“Kamu kenapa nangis? karena saya? emang saya salah apa sama kamu? saya cuma kasih tau kalo masakan kamu itu ga enak. jadi kamu pikir ini semua salah saya? TUGAS Saya di sini itu buat mencari CHEF terbaik untuk masterchef Indonesia, JADI SALAH KALO SAYA TEGAS DAN MENUNTUT YANG TERBAIK?  Kalo kamu ga kuat, kamu pulang aja.”

Chef Juna

dan DAMN! level ketegasan seperti itulah yang menurut gw diperlukan. bukan atas nama “pembantaian”, tapi atas nama harga diri dan kepentingan yang lebih besar. kalo Chef juna sebagai Juri dan Quality Control nya aja lembek, gimana kualitas Chef yang dihasilkan bisa bagus?

Tapi sekali lagi… itu bekerja di bidang dapur…, dan semakin gw perhatikan, orang dapur dan Chef – Chef itu cara latiannya emang agak mirip – mirip sama tentara… (dari buku yang gw baca yah…) dan teamwork nya juga harus luar biasa dekat sekali… (bayangin aja, kerja bareng dengan presisi sampe itungan menit… ckckck )

Tantangannya adalah : Being Chef Ramsay mungkin mudah. dia bekerja sendiri sebagai QC… Coba kalo dia bekerja sebagai Team, terus di dalam team itu level of satisfaction nya ga sama…. RUSAKLAH SEMUA…!~ XD

WEll That’s From me, i Hope you Enjoy!~ 😉

Advertisements

One comment on “Hell’s Leadership Training

  1. ferisu says:

    hahahaha.. this really remind me of LK ya, yahh..
    muncul lagi sih kata2 itu, “khan ga semua orang kayak lo mon”.
    ‘RUSAKLAH SEMUA!’ ya? LOL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s